Berita & Artikel

Membentangkan Sayap ke Negeri Jiran: Syiar Metode Yassir di Malaysia dan Jalinan Ukhuwah Bersama Roudhtul Qiraat

7 May 2026
Membentangkan Sayap ke Negeri Jiran: Syiar Metode Yassir di Malaysia dan Jalinan Ukhuwah Bersama Roudhtul Qiraat

Mimpi besar untuk membumikan pemahaman bahasa Al-Qur’an tidak mengenal batas geografis. Berangkat dari keyakinan tersebut, Yayasan Metode Yassir melangkah lebih jauh ke luar negeri dalam rangka mengenalkan salah satu pendekatan pembelajaran bahasa Al-Qur’an kepada masyarakat muslim di Malaysia.

Perjalanan ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan bagian dari upaya syiar pendidikan Al-Qur’an, penguatan ukhuwah Islamiyah, serta penjajakan kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Roudhtul Qiraat Malaysia. Selain itu, rombongan juga mendapatkan kehormatan untuk menghadiri majelis wisuda sebagai tamu undangan.

Mengenal Metode Yassir
Metode Yassir merupakan salah satu pendekatan pembelajaran bahasa Al-Qur’an yang disusun secara sistematis dan aplikatif, dengan tujuan memudahkan peserta didik dalam memahami makna ayat-ayat Al-Qur’an secara bertahap.

Berbeda dengan pendekatan pembelajaran bahasa Arab yang bersifat umum, metode ini lebih menekankan pada pengenalan langsung terhadap teks Al-Qur’an sebagai sumber utama pembelajaran.

Yayasan Metode Yassir Indonesia sendiri telah disahkan secara resmi pada 10 Juni 2020 di bawah Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Adapun beberapa karakteristik utama metode ini antara lain:

Pendekatan aplikatif, yaitu materi pembelajaran diarahkan langsung pada ayat-ayat Al-Qur’an sebagai objek kajian.
Pendekatan pengulangan dan ritme, yang membantu proses penguatan ingatan melalui pola latihan yang terstruktur.
Penyajian bertahap dan terukur, sehingga dapat dipelajari oleh berbagai kalangan dengan latar belakang yang berbeda.
Malaysia sebagai Ruang Penguatan Syiar Al-Qur’an
Malaysia dikenal sebagai negara dengan tradisi pendidikan Al-Qur’an yang kuat serta masyarakat muslim yang memiliki perhatian tinggi terhadap ilmu-ilmu keislaman.

Namun, sebagaimana yang juga terjadi di berbagai tempat, tantangan dalam memahami makna Al-Qur’an secara langsung masih menjadi perhatian bersama. Hal ini menjadi salah satu latar belakang penting dalam upaya memperkenalkan berbagai metode pembelajaran Al-Qur’an yang lebih mudah diakses.

Dalam konteks inilah, Metode Yassir Indonesia hadir sebagai salah satu pendekatan yang diharapkan dapat melengkapi upaya yang sudah ada, dengan tetap menghormati tradisi keilmuan yang telah berkembang.

Penandatanganan MoU dengan Roudhtul Qiraat
Salah satu agenda penting dalam kunjungan ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Yayasan Metode Yassir Indonesia dan Roudhtul Qiraat Malaysia.

Kerja sama ini merupakan langkah awal dalam membangun kolaborasi pendidikan lintas negara yang berfokus pada pengembangan pembelajaran Al-Qur’an.

Adapun beberapa ruang lingkup kerja sama yang direncanakan meliputi:

Pengembangan dan integrasi kurikulum pembelajaran
Pelatihan dan penguatan kompetensi tenaga pengajar
Pertukaran referensi dan bahan ajar
Pengembangan inovasi pembelajaran berbasis digital
Rencana sertifikasi bagi pengajar di bidang terkait
Kerja sama ini diharapkan menjadi sarana untuk saling melengkapi dalam pengembangan pendidikan Al-Qur’an di kedua negara.

Hadir dalam Majelis Wisuda Roudhtul Qiraat
Selain agenda kerja sama, rombongan juga berkesempatan menghadiri majelis wisuda yang diselenggarakan oleh Roudhtul Qiraat Malaysia.

Acara tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh rasa syukur. Para wisudawan tampak menyelesaikan proses pendidikan mereka dengan penuh dedikasi di bawah bimbingan para asatidz.

Kehadiran dalam majelis tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan Metode Yassir kepada para peserta, wali santri, dan tamu undangan.

Respon yang ditunjukkan cukup beragam, dengan adanya ketertarikan untuk mengenal lebih jauh pendekatan pembelajaran yang ditawarkan.

Pelatihan Metode Yassir serta pengenalan aplikasi yang dibuat oleh Metode Yassir Indonesia salah satu adalah Kamus Al-Qur’an dengan segala fitur untuk memudahkan mencari kata dan makna didalam Al-Qur’an.

Penutup
Perjalanan ini menjadi salah satu pengalaman berharga dalam upaya memperluas jangkauan syiar pendidikan Al-Qur’an. Lebih dari sekadar kerja sama kelembagaan, yang menjadi inti dari kegiatan ini adalah semangat kebersamaan dalam memudahkan umat Islam dalam mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.

Sebagaimana firman Allah SWT:

“Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”
(QS. Al-Qamar: 17)