Berita & Artikel

Menjemput Keberkahan Ilmu: Konsultasi Kedua Digitalisasi Al-Qur’an Metode Yassir bersama KH. Ahsin Sakho Muhammad

4 May 2026
Menjemput Keberkahan Ilmu: Konsultasi Kedua Digitalisasi Al-Qur’an Metode Yassir bersama KH. Ahsin Sakho Muhammad

Ada kalanya sebuah perjalanan tidak semata tentang menempuh jarak, tetapi menjadi sarana untuk menumbuhkan adab dan kerendahan hati. Perasaan inilah yang menyertai langkah kami saat kembali bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Darul Qur’an, Arjawinangun, Cirebon. Untuk kedua kalinya, kami memohon waktu (sowan) kepada salah satu ulama Al-Qur’an yang memiliki otoritas keilmuan di Indonesia.

Kunjungan ini dipimpin oleh Ustadz Irvan selaku Founder Yayasan Metode Yassir. Beliau hadir dengan membawa niat untuk berkonsultasi perkembangan aplikasi, serta menyampaikan beberapa pertanyaan, dan memohon nasihat juga arahan dari DR. KH. Ahsin Sakho Muhammad Lc., MA. Beliau adalah seorang ulama ahli Al-Qur’an dengan begitu banyak pengalaman, dari salah satu anggota pentashih al-Qur’an, menjadi rektor IIQ Jakarta dan sekarang beliau masih aktif memberikan pengajaran al-Qur’an secara offline maupun online.

Oase Ilmu di Arjawinangun

Arjawinangun, sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Cirebon, dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Al-Qur’an. Di tempat inilah Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, Lc., M.A.—seorang hafizh Al-Qur’an dan pakar qira’at—mengabdikan diri dalam membina para penuntut ilmu dari berbagai daerah.

Suasana pesantren yang tenang menghadirkan nuansa yang mendukung untuk berlangsungnya dialog keilmuan. Lingkungan yang asri seakan menguatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kemurnian Al-Qur’an, di era digital seperti sekarang ini.

Ikhtiar Digitalisasi oleh Yayasan Metode Yassir

Yayasan Metode Yassir berupaya menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an yang mudah dipahami dan diaplikasikan, sejalan dengan makna “Yassir” sebagai kemudahan. Ikhtiar tersebut kini dikembangkan dalam bentuk aplikasi digital yang diharapkan tidak hanya mudah dan memudahkan tetapi unggul dari sisi teknologi, dan tetap harus terjaga dari sisi keilmuan.

Dalam pertemuan ini, tim Metode Yassir menyampaikan perkembangan fitur aplikasi, seperti tampilan teks per kata, pencarian makna dan posisi kata, tanda waqaf, serta audio murattal. Semua ini disampaikan sebagai bagian dari proses meminta masukan agar pengembangan tetap berada pada jalur yang benar.

Arahan dan Nasihat

Dalam pertemuan tersebut, KH. Ahsin Sakho Muhammad memberikan sejumlah arahan penting yang menjadi perhatian bagi tim pengembang:

  • Pentingnya memastikan keakuratan data Al-Qur’an dengan merujuk pada mushaf standar yang telah ditashih oleh lembaga berwenang.

  • Menjaga keutuhan metode pembelajaran agar tidak berubah dari konsep aslinya.

  • Meluruskan niat agar pengembangan aplikasi tetap bernilai ibadah dan khidmah.

  • Pentingnya melibatkan ulama secara berkelanjutan dalam proses pengembangan.

Langkah Lanjutan

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, tim berkomitmen untuk:

  • Terus melakukan verifikasi ulang data Al-Qur’an sesuai standar yang berlaku.

  • Menjalin koordinasi dan komunikasi dengan pihak terkait untuk memastikan validitas.

  • Menerapkan proses peninjauan keilmuan secara berkala.

  • Menjadikan konsultasi dengan ulama sebagai bagian dari proses pengembangan.

  • Menjaga agar implementasi aplikasi tetap sesuai dengan prinsip Metode Yassir.

Penutup

Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa pengembangan teknologi, khususnya yang berkaitan dengan Al-Qur’an, memerlukan kehati-hatian, adab, dan bimbingan ulama. Semoga ikhtiar ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari amal jariyah yang terus mengalir.

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari)